Ikuti Lomba Adiwiyata, Ini Penjelasan Kepala Sekolah & Ketua Komite SDN Setramanah Subang

Pendidikan Purwakarta Subang

SUBANG, zuritnews.com – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Setramana Subang, kini terus melakukan upaya dalam merealisasikan program/gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) adalah aksi kolektif secara sadar, sukarela, berjejaring dan berkelanjutan yang dilakukan oleh sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan.

Hal tersebut sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) RI Nomor P.52/MENLHK/SETJEN/KUM.1/9/2019 tentang gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS)

Dalam pasal 2 Peraturan Menteri tersebut, disebutkan bahwa gerakan PBLHS untuk mewujudkan dua hal yaitu, Pertama perilaku warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup. Kedua, peningkatan kualitas lingkungan hidup. Yang dimaksud dalam pasal tersebut adalah penerapan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH.

Sedangkan pada pasal 1 disebutkan PRLH merupakan sikap dan tindakan warga sekolah dalam menjaga dan melestarikan fungsi lingkungan hidup. Kemudian dalam pasal 8 Ayat 2, dijelaskan bahwa gerakan PBLHS dilaksanakan melalui kegiatan, yakni pertama adalah pembelajaran pada mata pelajaran, ekstrakurikuler dan pembiasaan diri.

Baca Juga :  Percepatan Penanggulangan Pandemi Covid 19, Tim Gabungan Covid 19 Kecamatan Jatiluhur, Lakukan Kegiatan Vaksinasi Gratis, di 2 Desa

Kedua, penerapan PRLH untuk masyarakat sekitar sekolah. Ketiga, membentuk jejaring kerja dan komunikasi. Keempat, kampanye dan publikasi gerakan PBLHS. Dan, yang kelima, membentuk dan memberdayakan Kader Adiwiyata.

Menurut Ketua Komite SDN Setramanah, Mulyadi, mengatakan, SDN Setramanah, yang berada di Kelurahan Parung, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat (Jabar). Di sekolah ini sejak dulu sudah melaksanakan, kegiatan peduli lingkungan, terangnya, Jumat (2/4/2021).

Karena lanjut dia, dari dulu di sekolah tersebut sudah melakukan kerjasama dengan tokoh masyarakat, orang tua murid, unsur pemerintah Kelurahan dan pembina TNI dan Polri. “Jadi dengan adanya lomba Adiwiyata ini, kami hanya mengadakan penataan diruang lingkup sekolah. Kami dan partisipasi dari orang tua murid seperti menyumbangkan tanaman hias dan bekas botol air mineral,” tutur Mulyadi.

Baca Juga :  Mesin Kompresor Rusak, Pelayanan PKB Dishub Terhambat

“Komite sekolah mempunyai program membuat taman bacaan yang bernuansa ramah lingkungan dan mudah-mudahan taman bacaan tersebut segera ter realisasi,” harapnya.

Sementara Kepala SDN Setramanah, Engkos, S.Pd, MM, mengatakan, Adiwiyata adalah sebuah penghargaan dari pemerintah kepada sekolah yang secara terprogram dan terus menerus mengembangkan karakter serta pembiasaan bagi warga sekolahnya. “Ini dalam upaya mengimplementasikan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah,” ujarnya, Jumat (2/4/2021).

Engkos menambahkan, ada 3 komponen gerakan PBLHS yang dapat dilakukan oleh sekolah beserta warga sekitarnya yaitu, perencanaan gerakan PBLHS, pelaksanaan gerakan PBLHS dan pemantauan serta evaluasi pelaksanaan gerakan PBLHS. Selanjutnya upaya sekolah agar konsisten dalam mengembangkan gerakan PBLHS dan ketiga komponen tersebut harus di integrasikan kedalam dokumen I KTSP, urainya.

Baca Juga :  Dansektor 14 Citarum Harum Jalankan PP No.15/2018, Percepatan Pengendalian Pencemaran DAS

Selain itu lanjut dia, harus terintergrasi pula dalam RPP, melalui pengintergrasian materi lingkungan hidup. Intinya sekolah yang mendapat penghargaan Adiwiyata adalah sekolah yang warganya komitmen dan konsisten dalam mengembangkan gerakan PBLHS, tegas Engkos.

Terkait dengan perihal tersebut, maka keluarga besar SDN Setramanah berjuang berupaya dan berusaha untuk mengembangkan gerakan PBLHS. “Kami mohon doanya, agar kami dapat melakukan semua itu dan endingnya kami mendapatkan predikat penghargaan Adiwiyata,” ujar Engkos. (Mulyadi/ Sunardi).