Sejumlah Siswa SMAN 1 Purwakarta Jalani Pembinaan Intensif Selama 1 Bulan

Uncategorized

Sejumlah Siswa SMAN 1 Purwakarta Jalani Pembinaan Intensif Selama 1 Bulan

PURWAKARGA ZURITNEWS.COM – Sejumlah siswa SMAN 1 Purwakarta menjalani pembinaan intensif selama satu bulan penuh pada jam sekolah. Program ini merupakan hasil kesepakatan antara pihak sekolah dengan orang tua murid, menyusul adanya perilaku tidak pantas yang dilakukan siswa terhadap guru di lingkungan sekolah.

Kepala sekolah bersama dewan guru dan Ketua Komite Sekolah sepakat bahwa pembinaan dilakukan secara terstruktur dengan melibatkan tenaga profesional, yakni psikolog, guna memperbaiki perilaku dan kondisi mental para siswa.

Kepala sekolah SMAN 1Purwakarta SIDIK TAMSIL S.Pd., M.Pd. melalui Staf HUMAS PRIMA WULAN menyampaikan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab pendidikan, bukan semata-mata pemberian Pembinaan dan sangsi.

Baca Juga :  Menteri (BUMN) Erick Thohir, Kunjungi Pasar Murah dan Bazaar UMKM BUMN di Sekitar Stadion Purnawarman Kabupaten Purwakarta

“Pembinaan ini kami lakukan untuk memperbaiki karakter siswa. Kami tidak hanya fokus pada hukuman, tetapi bagaimana mereka bisa menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan kembali ke jalur yang benar,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komite Sekolah H HUSNI menegaskan bahwa orang tua murid turut dilibatkan dalam proses pembinaan tersebut.

“Kami bersama pihak sekolah dan orang tua sepakat bahwa pendekatan yang dilakukan harus menyentuh aspek psikologis siswa. Karena itu, pendampingan oleh psikolog menjadi bagian penting agar mereka bisa pulih dari tekanan dan berubah menjadi lebih baik,” katanya.
Kamis 23 April 2026.

Baca Juga :  Penanaman Pohon di Lahan Kritis: Upaya Mendukung Lingkungan dan Keseimbangan Alam.

Langkah ini juga diambil sebagai respons atas dampak psikologis yang dialami siswa, termasuk adanya trauma akibat tekanan dari warganet (netizen) setelah kejadian tersebut menjadi perhatian publik.

“Anak-anak ini juga mengalami tekanan dari luar, sehingga perlu pendampingan serius. Kami ingin memastikan mereka tetap mendapatkan hak pendidikan sekaligus pembinaan yang tepat,” tambahnya.

Pembinaan yang dilakukan diharapkan tidak hanya memberikan efek jera, tetapi juga mampu membentuk kembali karakter siswa menjadi lebih baik, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya etika dan sikap hormat terhadap guru.

Baca Juga :  Organisasi PWI Mengadakan Silaturahmi dengan PJ Bupati dan Memperkenalkan Pengurus PWI

Pihak sekolah menegaskan bahwa pendekatan pembinaan ini mengedepankan edukasi dan pendampingan, bukan semata-mata hukuman, sehingga para siswa dapat kembali menjalani proses belajar dengan lebih baik ke depannya.( DAUP HERLAMBANG)