Bacalon Bupati dari Kalangan Birokrat, H Yadi Rusmayadi AP.M.Si Membawa Jargon ” Purwakarta Ngahiji “
Purwakarta Zuritnews – Dalam langkah politik yang menarik perhatian, bacalon bupati dari kalangan Birokrat, H Yadi Rusmayadi AP.M.Si ini mengusung jargon ” Purwakarta Ngahiji ” dalam percakapan saat menyerahkan berkas dokumen pendaftaran ke Kantor DPC DEMOKRAT menjawab pertanyaan dari pawa awak media. Jargon ini menekankan pentingnya menyatukan semua unsur dan elemen dalam masyarakat tanpa mengubah fitrah asli daerah. Minggu 28 April 2024
Dalam wawancara dengan media, H Yadi Rusmayadi menjelaskan bahwa Purwakarta Ngahiji adalah sebuah konsep yang mengedepankan kearifan lokal dan kebersamaan dalam membangun daerah. Dia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi antara berbagai lapisan masyarakat, tanpa melupakan akar budaya dan tradisi yang telah lama ada.
Sebagai seorang birokrat yang telah berkecimpung dalam dunia pemerintahan, H Yadi Rusmayadi menyoroti pentingnya keberlanjutan pembangunan yang berbasis pada kearifan lokal dan partisipasi aktif masyarakat. Dia menekankan bahwa perubahan yang dibawa haruslah sesuai dengan nilai-nilai dan karakter asli daerah, sehingga dapat diterima dan dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.
Jargon ” Purwakarta Ngahiji ” menjadi sorotan dalam perjalanan konsolidasi lintas partai dalam berkoordinasi cakupan kuota calon bupati Purwakarta Periode 2024 – 2029 mendatang. H Yadi Rusmayadi; yang dipandang sebagai upaya untuk menggalang dukungan lintas sektor partai politik dengan semua unsur elemen masyarakat Purwakarta. Semua pihak diharapkan dapat bersatu demi terwujudnya visi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan bagi kabupaten Purwakarta.
Konsolidasi Politik melintasi partai terus berjalan untuk memenuhi kuota kandidat Calon Bupati dengan membangun hubungan emosional dengan berbagai pihak yang berkepentingan
Proses konsolidasi politik lintas partai terus berlangsung demi memastikan pemenuhan kuota kandidat calon bupati. Langkah tersebut disertai dengan upaya membangun hubungan emosional yang kuat dengan berbagai pihak yang memiliki kepentingan dalam kontestasi politik dikabupaten Purwakarta.
Para tokoh politik dari berbagai partai secara aktif terlibat dalam dialog dan negosiasi untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan bagi semua pihak. Selain itu, upaya membangun hubungan emosional dengan berbagai elemen masyarakat dan kelompok kepentingan juga menjadi fokus utama.
Komitmen untuk menciptakan iklim politik yang inklusif dan kolaboratif semakin diperkuat melalui upaya membangun kerjasama yang didasari oleh kepercayaan dan saling pengertian. Hal ini diharapkan dapat memperkuat fondasi demokrasi dan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam proses politik.
Konsolidasi politik yang berjalan lintas partai dan upaya membangun hubungan emosional dengan berbagai pihak yang berkepentingan menjadi cerminan dari semangat untuk menciptakan pemilihan bupati yang berkualitas dan mewakili aspirasi masyarakat Purwakarta.(DAUP HERLAMBANG)