P3A Cakra Wijaya Terima Program Aspirasi Dewan

Desa Purwakarta

Purwakarta Zuritnews – Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Cakra Wijaya, Kampung Duren RT 14/02 Desa Cijaya mendapatkan swakelola padat karya infrastruktur operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi APBD tahun 2022.

“Alhamdulillah pekerjaan sudah selesai dan saat ini sudah dimanfaatkan oleh warga khususnya petani yang ada di lingkungan kampung duren” ungkap Agus, pelaksana lapangan pekerjaan P3A, saat ditemui, Rabu (25/1).
Menurutnya, panitia pelaksana P3A sendiri, menerima anggaran hanya untuk Harian Ongkos Kerja (HOK) sebab untuk pengadaan barang langsung oleh pihak ketiga.”Panitia hanya menerima anggaran untuk HOK sebesar Rp. 92.6 juta untuk pekerja asli dari warga setempat sejumlah 27 orang dengan waktu selama 18 hari kerja” jelasnya.

Baca Juga :  PIMPINAN, AGGOTA BESERTA SEKTETARIAT DPRD KAB. PURWAKARTA MENGUCAPKAN SELAMAT HARI KAB. PWK KE 51 DAN PURWAKARTA 188.

Selain pekerjaan pembangunan sarana irigasi sepanjang 125 meter, lanjutnya, juga dilakukan normalisasi saluran yang ada sepanjang 420 meter sehingga saluran yang selama ini kurang terurus bisa normal kembali dan aliran air lebih lancar.
“Dengan adanya pembangunan sarana irigasi ini petani sebagai pemanfaat program terbantu karena aliran air lebih lancar serta sebaran aliran air lebih luas ” tegasnya.

Sementara, Kepala Desa Cijaya, H Tri Sutisna menuturkan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Pemda Purwakarta melalui anggaran APBD bisa membangun sarana irigasi untuk kepentingan petani khususnya di Desa Cijaya.”Kami ucapkan terima kasih kepada Pemda Purwakarta melalui aspirasi bapak Arip Kurniawan, dengan adanya pembangunan sarana irigasi ini petani lebih terbantu untuk pemenuhan kebutuhan air. Mudah-mudahan bermanfaat serta petani lebih meningkat produktivitas hasil sawahnya” singkatnya.

Baca Juga :  80 Persen Dana Desa Tahap II Desa Jatimekar Untuk Pembangunan Jalan Dan Drainase Cor Beton

Saat ini tim monitoring dinas terkait sudah melakukan monitoring dan evaluasi dan hasil pembangunan sendiri sudah dimanfaatkan para petani di wilayah tersebut. Tutur Kades Tri (***)