GAJA Ikut Seleksi Calon Pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Purwakarta

Pendidikan Purwakarta

Purwakarta,Zuritnews – Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika telah menetapkan Ketua panitia seleksi (Pansel) calon dewan pendidikan, Asep Mulyana, pansel tersebut dibentuk untuk menjamin kualitas dan transparansi dalam seleksi calon dewan pendidikan sehubungan telah berakhirnya masa jabatan dewan pendidikan Tahun 2019.

Ketua panitia seleksi pencalonan Dewan Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Asep Mulyana (SUNDU) mengatakan sejak dibukanya pendaftaran pada awal Bulan Juli 2020, sebanyak 33 Orang mendaftar bakal calon dewan pendidikan.

(PANSEL) berkewajiban untuk melaksanakan tugas  sesuai dengan SK Bupati Purwakarta dan harus memilih sebanyak 22 Orang dari 33 Orang pendaftar yang lolos seleksi, lalu setelah dibicarakan dengan Bupati kepengurusan dewan dendidikan akan diambil 11 Orang untuk ditetapkan menjadi kepengurusan dewan pendidikan baru. Kamis 6/8.

Berakhirnya masa kepengurus dewan pendidikan yang lama, Ketua (Alm) H Anang Abdul Rojak masa jabatan Tahun 2019, dilakukanlah seleksi calon dewan pendidikan  untuk peroide 2019 – 2024.

Baca Juga :  Semua Anggota DPRD Purwakarta, Mendukung Pergerakan Kaum Buruh Agar UU No. 13/2003 Tidak Direvisi.

Batas akhir seleksi calon dewan pendidikan pada tgl 6  Agustus 2020 dan tgl 7 Agustus 2020 adalah hasil keputusan Panitia Seleksi untuk mengumumkan hasil nama kepengurusan dewan pendidkan baru..

Bakal calon peserta dewan pendidikan yang daftar ke panitia seleksi sebanyak 33 Orang, itu dari berbagai elemen/unsur, diantaranya dari unsur Perguruan Tinggi, Pendidik, Birokrasi, Tokoh masyarakat, dan dari unsur Gabungan Anak Jalanan(GAJA).

Beberapa kriteria dan syarat serta tata cara pemilihan calon dewan pendidikan disampaikan pada saat pendaftaran. misalkan batasan usia dari 25-70 Tahun,  pendidikan minimal SMA hingga S.3.

Seleksi dilakukan dengan 3 cara, 1. Seleksi administrasi (seperti ijazah), 2. Seleksi menulis artikel (Artikel tersebut dinilai) 3. seleksi wawancara (berupa pendalaman artikel yang ditulisnya). Papar Asep M

Baca Juga :  5 Bahaya Air Galon Isi Ulang dan Faktor Penyebabnya

Tupoksi dewan pendidikan, sebagai advisor(penasehat), pendampingan dlm pendidikan, sebagai mediator (mediasi antara masyarakat dengan pemerintah daerah), sebagai badan pengawasan di pendidikan ( mengawasi roda pendidikan harus berjalan.

Dewan pendidikan yg sebelumnya itu sudahberjalan dengan baik (trek well), kepada pengurus yang akan datang diharapkan lebih meningkatkan lagi kapsitas dan track recored sesuai dengan tupoksi.

Tahapan untuk menjadi Ketua dan pengurus dewan pendidikan berdasarkan tingkat Nilai Rangking, dari nilai seleksi salah satunya dibidang Administrasi, dilhat dari berbagai aspek, diantaranya penilaian dari artikel sesuai tidak dengan apa yang diwawancarakan, nilai personaliti yang disampaikan secara umum dan rekomendasi dari berbagai elemen yang disampaikan oleh para tokoh. Calon dewan pendidikan tersebut harus ada rekomendasi dari asosiasi profesi dan organisasi kemasyarakatan.

Dewan pendidikan adalah mitra dinas pendidikan yang berdiri sendiri atau independen dengan orang yg punya kapabilitas, kredibilitas, dan bisa independen dalam memajukan pendidikan purwakarta tidak juga yang berbenturan/ mitra kerja yang sejalan sepadan setipe tetapi bisa cepat dalam mengembangkan pendidikan di-Kabupaten Purwakarta. Tegas Asep Sundu.

Baca Juga :  Golkar Peringkat Tiga di Jabar Menurut LSI Denny JA, Dedi Mulyadi Tidak Khawatir

Panitia seleksi pemilihan pengurus dewan pendidikan, ketua Asep/ Sundu sekretaris Ahmad Arif Imamuha, ditambah 3 Anggota, Acep Guswat, Mohamad Ridwan Efendi, Yedi Mohamad Sirojudin. (DH)